Seminar Fakultas Kedokteran UMI Bahas Ilmu Forensik

Clinical Education Unit (CEU) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menggelar seminar ilmiah di Aula Gedung FK UMI, Sabtu (19/5/2018).

Seminar yang diikuti sekitar 200-an Mahasiswa Program Profesi Dokter (MPPD) ini rutin dilakukan dengan mengangkat tema yang berbeda-beda. Kali ini, tema yang dibahas yakni Forensik

Pemateri pertama, dr Gunawan mengatakan, tenggelam adalah suatu suffocation dimana jalan napas terhalang oleh cairan. Sehingga terhisap masuk ke jalan napas sampai alveoli paru-paru.
Ada empat macam pemeriksaan khusus pada kasus mati tenggelam, salah satunya adalah pencobaan atau tes getah paru.

Kegunaan melakukan percobaan paru yaitu mencari benda asing (pasir, lumpur, tumbuhan, telur cacing) dalam getah paru-paru mayat. Syarat melakukannya adalah paru-paru mayat harus segar.

Jika hasilnya positif dan tidak ada sebab kematian lain maka dapat kita interpretasikan bahwa korban mati karena tenggelam. Jika hasilnya positif dan ada sebab kematian lain maka ada 2 kemungkinan penyebab kematian korban, yaitu korban mati karena tenggelam atau korban mati karena sebab lain.

“Jika hasilnya negatif dan ada sebab kematian lain maka kemungkinan korban telah mati sebelum korban dimasukkan ke dalam air,” jelasnya.

Sementara itu dr Mauluddin mengatakan, Visum et Repertum merupakan suatu laporan tertulis dari dokter (ahli) yang dibuat berdasarkan sumpah, mengenai apa yang dilihat dan diketemukan atas bukti hidup, mayat atau fisik ataupun barang bukti lain, kemudian dilakukan pemeriksaan menurut pengetahuan yang sebaik-baiknya.

“Hasil Visum et Repertum ini bukan saja sebagai petunjuk dalam hal membuat terang suatu perkara pidana namun juga mendukung proses penuntutan dan pengadilan. Untuk itu sangat penting bagi seorang dokter untuk mengetahui visum yang benar sesuai hukum yang ada,” ujarnya.

Blog Attachment

Leave us a Comment