Seminar Rutin, Fakultas Kedokteran UMI Bedah Masalah THT

Seminar

Clinical Education Unit (CEU) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), kembali menggelar seminar ilmiah, di Aula Gedung FK UMI, Sabtu (5/5/2018).

Kali ini CEU UMI membahas terkait Telinga Hidung Tenggorokan (THT), yang dibagi ke dalam dua pembahasan, yakni Otitis Media Supratif kronis (OMSK) dan Mastoiditis.

Hadir sebagai pemateri, Kepala Departemen Telinga Hidung Tenggorokan (THT), dr Baso. Dalam materinya, ia mengungkapkan, Otitis Media Supuratif kronis merupakan suatu peradang kronik telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari telinga (otorea) lebih dari 2 bulan.

Jika lewat dari 2 bulan kejadiannya berubah dari akut atau memasuki tipe aman menjadi kronik atau tipe bahaya. Jika hal ini dibiarkan akan menimbulkan komplikasi.

“Tipe bahaya ditandai dengan ditemukannya kolesteatoma keluar dari kavum timpani, atau terdapat perforasi yang letaknya di postero-superior. Eradikasi kolesteatom memerlukan tindakan operasi, lebih cepat lebih baik. OMSK menurut fasenya dibagi menjadi fase tenang bila kering dan fase aktif bila ada otorea,” jelasnya.

Sementara mastoiditis atau infeksi bakteri pada tulang mastoid (tulang yang menonjol di belakang telinga), lanjutnya, merupakan peradangan yang mengenai rongga mastoid yang merupakan komplikasi dari otitis media kronis.

“Pasien dengan mastoiditis sebaiknya dirujuk ke spesialis THT untuk mempertimbangkan tindakan insisi dan drainase abses mastoid, atau mastoidektomi, atau tatalaksana komplikasi intrakranial otogenik. Bila tidak ada spesialis THT, insisi abses dapat dilakukan oleh dokter lain,” pungkasnya.

Seminar ini diikuti sekira 200-an Mahasiswa Program Profesi Dokter (MPPD). Seminar ini rutin dilakukan FK kedokteran setiap pekannya, dengan mengangkat tema yang berbeda-beda.

Leave us a Comment

error: Content is protected !!