akultas Kedokteran UMI Bahas Nyeri Kepala Hingga Parkison

Nyeri kepala

Clinical Education Unit (CEU) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menggelar seminar ilmiah, di Aula Gedung FK UMI, Sabtu (7/4/2018)

Seminar yang diikuti sekitar 200-an Mahasiswa Program Profesi Dokter (MPPD) ini, rutin dilakukan dengan mengangkat tema yang berbeda-beda. Kali ini, tema yang dibahas yakni nyeri kepala, serta Epilepsi dan Parkinson.

Dalam sesi pertama, pemateri dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Unhas, Jumraini Tamasse terlebih dahulu memutarkan sebuah video yang memperlihatkan mekanisme terjadinya sakit kepala.

Ia juga menjelaskan, bahwa nyeri kepala terbagi dalam dua klasifikasi, yakni nyeri kepala (NK) primer dan NK sekunder.

Untuk NK primer, kata Jumraini, disebabkan oleh migrain, sakit kepala tipe tegang, NK klaster dan sefalgia, dan NK primer lain. Sedangkan NK sekunder, bisa disebabkan oleh servikal, vask kranial, non vask intrakranial, dan infeksi.

“Usia timbulnya migrain, TTH dan cluster headhace biasanya mulai sebekum usia pertengahan. Aneurisma atau pembesaran pembuluh darah pada otak, tumor, biasanya terjadi di sekitar usia 35 tahun,” jelasnya.

Di sesi kedua, dr Erwin Rachman memaparkan materinya terkait epilepsi dan parkinson. Dimana, kedua penyakit ini langsung menyerang saraf otak, yang dapat menyebabkan tremor atau gerakan yang tidak terkontrol dan tidak terkendali pada satu atau lebih bagian tubuh.

Dalam kesempatan itu, dr Erwin juga menjelaskan terkait prevalensi, insidensi, penyebab, mekanisme penyakit, tanda dan gejala, cara mendiagnosis, serta terapi dari penyakit tersebut.

“Penderita Parkinson disebabkan oleh rusaknya sel saraf yang kemudian menurunkan kadar dopamin, yang harusnya menjaga aktivitas otak tetap normal,” katanya.

Sementara itu, Dekan FK UMI, Prof Syarifuddin Wahid mengatakan, seminar ini wajib dihadiri semua coass. Ia pun berharap, kegiatan ini bisa berguna untuk peserta seminar pada saat ujian kompetensi dokter mendatang.

“Materi-materi yang disajikan pada seminar, merupakan kompetensi dokter umum yang sering diujikan pada soal-soal ujian kompetensi dokter,” ungkap Syarifuddin.

Leave us a Comment