Faktor Genetika Pengaruhi Jumlah Kejadian Penyakit Miopia

dr.taya

dr.tayaMiopia adalah kelainan refraksi dimana keadaan mata yg mempunyai kekuatan pembiasan sinar yang berlebihan sehingga sinar sejajar yang datang dibiaskan di depan retina.

Miopi memiliki prevalensi kejadian yang tinggi di dunia. Di Asia 70-90 persen,  eropa 30-40 persen dan Amerika 10-20 persen. Khusus di Indonesia prevelensinya mencapai 22,1  persen. Adapun di Sulsel menurut Riskesdas sebesar 11,4 persen.

Dosen tetap FK UMI bagian mata,  dr.Ratih Natasya, mengatakan,  faktor yang mempengaruhi miopia diantaranya genetik, usia, lingkungan, tingkat intelegensi, dan faktor sosial.

“Dimana genetik merupakan faktor yang paling tinggi mempengaruhi terjadinya miopia,” katanya

Faktor genetik kata dia,  dapat menurunkan sifat kelainan refraksi ke keturunannya, baik secara autosomal dominan maupun autosomal resesif.

“Anak dengan orang tua yang mengalami kelainan refraksi cenderung akan mengalamai kelainan refraksi juga,” jelasnya.

Menurut penelitian,Prevalensi miopi pada anak dengan kedua orangtua miopia adalah sekitar 35 persen, sedangkan pada anak yang hanya salah satu orangtuanya yang mengalamai miopia adalah sekitar 21 persen . Dan pada anak yang orangtuanya tanpa miopia 9 persen.

“Adapun faktor nongenetik, yaitu penggunaan gadget, pencahayaan saat baca dan lain sebagainya,” katanya.

 

Blog Attachment

Leave us a Comment